Maulid Nabi S.A.W

Maulid Nabi S.A.W

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh pada masa kesultanan Shalahuddin al-Ayyubi untuk membangkitkan semangat jihad umat islam yang saat itu tengah bersedih karena kekalahannya dalam perang Salib. Peringatan maulid nabi tersebut awalnya juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat juang umat islam dengan meneladani Rasulullah SAW guna menegakan agama Allah SWT. Di Indonesia, peringatan maulid nabi tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Wali Songo selaku penyebar agama islam ke nusantara.

Umat muslim di dunia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rasullah SAW lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah tanpa ayah, karena ayahnya yaitu Abdullah sudah wafat. Beberapa tahun setelah dirawat dengan ibunya, Aminah, Nabi Muhammad SAW kemudian dibesarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib.

Ibunya meninggal saat Muhammad berusia 6 tahun. Nabi Muhammad lahir saat tahun Gajah, dikutip dari buku “Di Balik 7 Hari Besar Islam” karya Muhammad Sholikhin disebutkan jika perayaan maulid Nabi bermula dari kekalahan umat Islam dalam perang Salib pada abad ke-13.

Oleh karena itu, Sultan Turki Utsmani, Shalahuddin al-Ayyubi mencari cara bagaimana membangkitkan semangat jihad di kalangan umat muslim.

0 Komentar

Leave a Reply

-->